King Crimson Gila-Gila an Eksperimennya...





Aku mengenal King Crimson sejak tahun 1987. Ceritanya aku tengah keluyuran ke studio Radio Jatayu yang saat itu baru saja pindah alamat dari Jalan Rejomulyo ke Jalan Veteran Kav 1 Semarang, sekaligus pindah gelombang AM ke FM. Pas aku tengah masuk ke ruang diskotik, aku melihat kaset manca prod Yess teryata album milik King Crimson yang berjudul Starless And Bible Black. Waktu itu belum pernah denger lagunya. Namun pada saat duduk di bangku SMA, aku beli kaset slow rock yang di dalamnya ada satu lagu milik King Crimson judulnya "Epitaph". Mendengar musiknya ternyata dipenuhi oleh suara melotron sehingga terkesan klasik apalagi melodinya juga manis. Aku baru tahu kalau King Crimson menjadi cikal bakal lahirnya Emerson Lake Palmer (ELP). Maksudnya salah satu personelnya, Greg Lake yang memainkan bass/ vokal kemudian hijrah ke ELP berkolaborasi dengan Keith Emerson dari The Nice dan Carl Palmer dari Atomic Rooster. Lama aku nggak begitu memperhatikan mereka hingga akhirnya pada tahun 1996, saat kuliah tingkat akhir, di sebuah pasar kaset tua aku mendapatkan kaset The Best Of King Crimson prod Yess. Lagu-lagu yang terkumpul di dalamnya adalah kumpulan dari album In The Court Of Crimson King (1969) hingga Starless And Bible Black (1974). Mendengar lagu "In The Wake Of Poseidon" yang dirilis tahun 1970, terasa kental sekali warna dari album pertama tepatnya pada lagu "In The Court Of Crimson King", yaitu dipenuhi dengan sound melotron. Apalagi melodinya tak kalah manis. Saat denger lagu "Starless And Bible Black" yang condong ke bluess dan jazz funk up tempo di bagian jedanya, bikin aku ketagihan untuk terus dan terus mendengarnya. Hal yang sama terjadi pada lagu "Fallen Angle" dari album Red (1974). Beda ketika mendengar lagu " I Talk To The Wind" yang menghadirkan sound flute nan menyayat mengingatkan pada lagu-lagu milik Jethro Tull, atau Genesis era Peter Gabriel. Lagu tersebut dibawakan oleh sang vokals, Ian Mc Donald.
Perkenalanku dengan King Crimson berlanjut, ketika bekerja sebagai penyiar radio Lusiana Namberwan Semarang, aku menyimak rekaman kaset debut album mereka, In The Court Of Crimson King (1969) secara keseluruhan. Baru sekali mendengar albumnya, khususnya lagu "21'th Century Scizhoid Man" yang dimulai dengan suara efek mirip gelombang radio, lalu musiknya menghentak keras dalam bentuk scale gitar, dan bass yang mengingatkan lagu "In To The Fire" nya Deep Purple. Tetapi di bagian jeda terdapat sound alto sax dengan iringan jazz funk up tempo sampai unision yang sempat mempengaruhi lagu "Picture An At Exhibition" nya ELP. Belakangan aku mulai mengoleksi album-album mereka walau belum komplit. Kesimpulanku, King Crimson ternyata gila-gila an dalam mengeskplorasi dan bereksperimen dalam musiknya, jauh mengungguli Pink Floyd. Hingga kini aku masih menguber-uber kaset / CD album mereka.
Keep On Classick Rock...
Nugroho Wahyu Utomo


4 Komentar:
walau aku tidak sepakat dengan perbandingannya dengan Pink Flyod [kenapa tidak dengan YES yang emang personilnya banyak yg virtouso], tetapi King Crimson emang gila, tak peduli pasar, yang penting musik. Ini katanya yang membuat Bill brubford-nya YES pindah ke king Crimson, pada saat YES, menurutnya, berhenti berkreativitas gara-gara sukses dan terkenal...
Kalau dibandingkan dengan Yes, musik King Crimson jauh lebih rumit dan banyak menonjolkan sound efek yang aneh-aneh. Bahkan tidak lazim, seperti yang dilakukan Pink Floyd misalnya pada lagu "Echoes" nya Pink Floyd di album Middle (1971). Kalau Yes lebih mengumbar semangat kekompakan dalam berunision (suara alat musik serentak berbunyi) plus harmonisasi vokal nya. Mungkin unision yang bisa disamakan dengan King Crimson, karena hampir semua band prog rock juga memainkan unision seperti yang dilakukan Yes maupun K Crimson. Contoh ELP atau Asia termasuk Rush dari Kanada. Bill Burfod itu sepertinya drummer session player seperti halnya Simon Philips atau Cozzy Powell (alm). Terbukti dia kerap membantu band-band terkenal, sehingga penikmat musik kurang begitu mengenal Bill ini sebenarnya drummer grup mana. Pertama dia pernah menabuh drum di Yes, namun kemudian menclok ke King Crimson, terus membantu show-show nya Genesis di tahun 1976, tiba-tiba dia menclok ke Moody Bluess, lalu dia pernah bikin band sendiri dan membantu rekaman musisi lain. Selanjutnya dia turut dalam proyeknya ABWH (Anderson Burfod Howe Wakeman) yang berlanjut ke reuni grup Yes tahun 1990, terus keluar lagi menclok kemana dia. Simon Philips dulu juga gitu, pernah membantu grup ACDC, The Who, disertai rekaman-rekaman penyanyi/ musisi lain, terakhir dia bersolo karier sambil membantu Toto sampai band ini bubar jalan. Di Toto dia menggantikan Jeff Porcaro yang wafat tahun 1991. Cozzy Powell juga drummer tdk tetap yang pernah membantu beberapa band macam Whitesnake, Rainbow, MSG, ELP (Emerson Lake Powell), Black Sabbath, dan beberapa musisi/ band lainnya sampai dia tewas kecelakaan tahun 1998.
Saya beli piringan hitam king crimson bekas produksi 1994.pakai LP lebih bersih dan mantap didengar, terutama lagu macam begini
Sy rasa king crimson adalah robert fripp, sprt johN maclaughlin & mahavisnu orchestranya, musiknya sangat bereksperimen, ada beberapa genre musik yg dimainkan sprti jazz, dan flute / saxophone dr ian macdonald yg romantis
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda